Pesepak Bola Yang Pulih Dari Leukimia

Pesepak Bola Yang Pulih Dari Leukimia,- Semangat pantang menyerah, itulah salah satu nilai plus yang dimiliki oleh olahragawan, tak terkecuali pemain sepak bola. Salah satunya mantan kapten Aston Villa, Stiliyan Petrov yang menunjukan hal tersebut ketika ia sedang berjuang melawan kanker darah (leukimia) beberapa tahun lalu.

Ketika didiagnosis mengidap kanker darah (leukimia) akut pada Maret 2012, Stiliyan diminta untuk menjalani diet ketat agar bisa segera pulih. Sang istri, Paulina, membekali diri dengan mencari berbagai informasi penting mengenai berbagai kemungkinan mengatasi penyakit mematikan itu. Berkat dukungan dari keluarga dan tekad yang kuat ia berhasil sembuh pada 2015 lalu.

Merayakan kesembuhannya, Stiliyan ingin kembali “merasa hidup”. Dia pun bergabung dengan Wychall Wanderers di Central Warwickshire yang baru saja memenangkan kejuaraan Liga dan Cup.

Apa Itu Kanker Darah (Leukimia)?

Kanker darah (leukimia) merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk melindungi tubuh dari benda asing atau penyakit. Sel darah putih dihasilkan oleh sumsum tulang belakang.

Pada kondisi normal, sel darah putih akan berfungsi secara teratur. Namun bagi penderita kanker darah, sumsum tulang belakang akang memproduksi sel darah putih yang abnormal, tidak berfungsi dengan baik, dan berlebihan. Karena jumlahnya yang berlebihan, maka akan terjadi penumpukan di dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah (Leukimia)

Sampaai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dasar dari kanker darah. Namun, mutasi DNA dalam sel darah putih diduga menjadi penyebeb perubahan tindakan setiap sel. Selain itu, perubahan lain dalam sel darah putih  yang diakibatkan oleh faktor gen dan lingkungan juga diperkirakan turut berperan dalam memicu penyakit kanker darah.

Faktor-faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko kanker darah, diantaranya:

  • Faktor keturunan atau genetika. Penderita down syndrome atau gangguan genetika lain yang langka dapat meningkatkan risiko mengalami kanker darah (leukimia) akut. Sedangkan, riwayat keluarga yang mengidap kanker darah (leukemia) juga dapat memperbesar risiko mengalami penyakit yang sama.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Seperti kemoterapi atau radioterapi tertentu juga diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Merokok. Rokok tidak hanya dapat meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), namun juga meningkatkan berbagai risiko penyakit lain.

Meskipun demikian, sebagian besar orang dengan risiko tinggi di atas tidak mengalami kanker darah (leukemia). Di sisi lain, penderita kanker darah (leukemia) justru sering kali ditemukan pada orang yang tidak memiliki risiko tersebut.

Sumber : bewarasehat.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*