Keguguran – Definisi dan Penyakit Terkait

Keguguran (miscarriage) adalah kondisi kehamilan dini yang berakhir sebelum janin dapat bertahan hidup, kebanyakan terjadi antara minggu ke-7 sampai minggu ke-12 atau sering disebut dengan trisemester pertama.

Umumnya keguguran terjadi karena wanita tersebut tidak menyadari kehamilannya. Di satu sisi, wanita yang menyadari kehamilannya memiliki resiko 10-20% mengalami keguguran.

Berikut beberapa jenis keguguran:

  • Abtortus Komplet : Embrio dan produk pembuahan lainnya telah diangkat dari tubuh.
  • Missed Miscarriage : Embrionya telah mati, namun belum di angkat dari rahim.
  • Abortus Habitualis : Wanita yang mengalami keguguran tiga kali atau lebih secara berturut-turut (keguguran yang muncul kembali).
  • Kehamilan Kosong (Kehamilan Embrionik) : Saat telur yang telah dibuahi namun gagal berkembang.
  • Kehamilan Ektopik : Saat telur yang telah dibuahi namun berada di tempat lain, selain uterus.
  • Kehamilan Molar (Hamil Anggur) : Muncul masalah di kromosom pada sel telur yang telah dibuahi.

Penyebab Keguguran

  • Penyakit

Penyakit yang menyerang wanita tersebut, misalnya sindrom antifosfolipid yang disebabkan oleh antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri termasuk embrio, lupus, anemia, dll. Awalnya bayi tidak mengalami apa-apa, tapi gangguan tersebut dapat menyebabkan bayi tidak mendapat makanan dan akhirnya meninggal.

  • Merokok

Pembuluh darah dari wanita yang merokok mungkin dapat mengalami kerusakan, sehingga nutrisi sulit untuk masuk ke aliran darah. Akibatnya bayi akan kekurangan asupan makanan dan oksigen sehingga tidak berkembang dan berakhir dengan keguguran.

  • Stres dan Kelelahan Hebat

Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah yang mengecil yang menyebabkan suplai darah dan oksigen tidak cukup masuk ke dalam rahim, sehingga akan terjadi kontraksi pada rahim dan keguguran atau lahir awal.

  • Infeksi

Penyebab ini misalnya terjadi infeksi pada vagina (bacterial vaginosis atau vaginistis bacterialis) yang dapat merangsang rahim untuk berkontraksi, sehingga mengakibatkan bayi lahir sebelum waktunya.

  • Defisiensi Gizi

Wanita yang sedang hamil membutuhkan gizi yang baik dan seimbang untuk perkembangan bayinya. Dua zat yang paling penting untuk wanita hamil adalah asam folat dan zat besi yang sebaiknya sudah dikonsumsi 5-6 bulan sebelum kehamilan untuk mengurangi resiko keguguran.

  • Polusi

Kota-kota besar yang memiliki banyak polusi, lebih tinggi angka kejadian abortusnya dibanding kota-kota biasa. Hal itu dikarenakan polutan di air tinggi sekali, sehingga banyak dokter yang menyarankan wanita hamil untuk mengkonsumsi minuman yang berkualitas baik dan tidak tercemar, serta menghindari berbagai sumber polusi.

Gejala Keguguran

Sebelum terjadi keguguran, biasanya ada beberapa gejala yang menunjukan adanya sesuatu tidak betul pada proses kehamilan. Gejala-gejalanya yaitu:

  • Pendarahan

Pendarahan adalah gejala yang paling umum terjadi, biasanya hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai pendarahan hebat. Terkadang ada bagian jaringan yang robek dan diikuti bersamaan dengan keluarnya darah. Misalnya bagian kantung ketuban yang robek atau jaringan dinding rahim yang robek.

  • Kram atau Kejang Perut

Gejala ini hampir mirip dengan kram perut pada awal datang bulan. Biasanya terjadi secara berkali-kali dalam periode waktu yang lama. Gejala ini juga dapat terjadi di daerah panggul.

  • Nyeri Pada Bagian Bawah Perut

Gejala ini akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bahkan nyeri ini bisa terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala pendarahan. Selain itu, rasa nyeri juga bisa terjadi di bagian lain seperti di bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin.

Bahaya dari Keguguran

Berikut ini ada beberapa bahaya bagi wanita hamil yang mengalami keguguran, diantaranya:

  • Gangguan Kesehatan Rahim

Gangguan pada kesehatan rahim biasanya karena ada bekas keguguran yang tidak terlalu bersih, bahkan bisa menimbulkan penyakit tertentu yang dapat muncul di rahim dan dan akan mempengaruhi kondisi kesehatan seumur hidup.

  • Tekanan Mental

Jika keguguran terjadi berulang kali, maka tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan tekanan yang besar untuk menghadapi kehamilan berikutnya.

  • Pendarahan

Pendarahan adalah gejala yang umum terjadi pada keguguran, bahkan dapat terjadi mulai dari 7 sampai 30 hari. Pendarahan juga dapat memicu rasa sakit parah dan sangat mengganggu bagi kesehatan.

  • Kanker Rahim

Keguguran yang terjadi berulang kali akan beresiko terkena kanker rahim. Hal ini disebabkan oleh jaringan di dalam rahim yang tidak bersih sehingga tumbuh menjadi abnormal.

  • Kista

Selain kanker rahim, keguguran juga dapat menyebabkan kista. Sama halnya dengan kanker rahim, kista juga terjadi akibat tidak bersihnya jaringan di dalam rahim sehingga kista akan lebih cepat tumbuh. Bahkan yang lebih parahnya lagi adalah kista dapat berkembang terus menerus dan berubah menjadi penyakit serius sehingga mengganggu proses kehamilan berikutnya.

Makanan yang Baik Setelah Keguguran

  • Kedelai

Pendarahan secara berlebihan dapat menyebabkan penipisan kalsium pada tulang. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perbanyak lah mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi kalsium seperti kedelai.

  • Sayuran Hijau

Sama halnya dengan kedelai, sayuran hijau juga sangat baik sekali untuk dikonsumsi terutama bayam, karena merupakan sumber zat besi dan kalsium.

  • Ikan

Ikan sangat dianjurkan sekali bagi yang baru saja mengalami keguguran terutama ikan salmon yang merupakan sumber kalsium yang tinggi serta dapat memperkuat tulang dan otot.

  • Susu

Susu tidak perlu diragukan lagi, karena merupakan sumber kalsium dan kaya akan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Susu merupakan minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari setelah keguguran.

  • Stroberi

Stroberi mengandung banyak vitamin C dan zat besi, sehingga sangat baik sekali dikonsumsi oleh wanita yang baru saja mengalami keguguran.

  • Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan merupakan makanan yang mengandung sumber zat besi dan magnesium yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi resiko anemia dan depresi.

Pantangan Makanan Setelah Keguguran

  • Makanan Rendah Gizi

Makanan ini mengandung tinggi kalori yang dapat mempengaruhi banyak hal soal kesehatan, seperti berat badan hingga resiko terkena penyakit berbahaya lainnya. Selain itu, makanan ini tidak mempunyai nutrisi serta vitamin yang dibutuhkan untuk mempercepat penyembuhan.

  • Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi

Salah satu menu makanan yang patut dihindari saat sedang keguguran adalah makanan yang mengandung karbohidrat yang tinggi, karena kurang efektif memberikan asupan energi bagi tubuh dan tidak dapat membantu menjaga fungsi otak serta ginjal dengan baik.

  • Makanan Cepat Saji

Makanan ini seperti makanan yang digoreng, pizza, burger, dan yang lainnya. Umumnya sering disebut sebagai makanan pendatang depresi yang tidak baik untuk kesehatan mental. Makanan ini mengandung lemak yang tinggi serta kalori yang tidak baik bagi tubuh.

  • Makanan Lain

Makanan lainnya seperti nanas, semangka, jamur, dan mentimun yang dapat menyebabkan pemulihan menjadi lambat. Bukan hanya makanan saja, minuman yang mengandung kafein juga harus dihindari seperti kopi, soda, dan yang lainnya.

Post By : Bewara Sehat

Tinggalkan komentar

Konsultasi Via WhatsApp