5 Makanan Yang Dapat Memicu Penyakit Stroke

5 Makanan Yang Dapat Memicu Penyakit Stroke,- Stroke merupakan kondisi dimana pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat adanya penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa adanya pasokan darah, otak tidak akan mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi, sehingga sebagian sel-sel area otak akan mati.

Penyakit Stroke dapat menyerang secara tiba-tiba tanpa memberikan gejala atau peringatan terlebih dahulu. Banyak kasus dimana seseorang awalnya nampak sehat, namun tiba-tiba terjatuh dan ternyata ia mengalami serangan stroke.

Menurut penelitian, gaya hidup tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan berlemak jahat merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya kerusakan pembuluh darah yang akhirnya akan memicu serangan stroke. Oleh karena itu, sangat penting memilih makan untuk dikonsumsi sehari-hari guna mencegah serangan stroke.

Ada beberapa jenis makanan yang harus Anda waspadai dan batasi dalam mengkonsumsinya setiap hari. Mau tahu makanan apa saja itu?? Berikut ini adalah ulasan lengkapnya :

1. Daging Merah

Menurut para ahli, wanita yang mengkonsumsi daging merah dalam porsi besar setiap hari memiliki peluang lebih tinggi terkena stroke sebesar 42 persen. Penelitian ini berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama kurang lebih 10 tahun terhadap 35.000 para peserta yang semuanya adalah wanita.

Para peneliti telah lama mengetahui bahwa lemak jenuh dalam daging merah dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung, dengan cara menyumbat arteri lewat penumpukan plak protein secara bertahap. Peneliti mengimbau untuk mengganti konsumsi daging merah dengan ikan. Selain itu, memilih sumber protein lain seperti kacang, tumbuhan polong, tahu, dan susu tanpa lemak.

2. Kerupuk, Keripik, dan Gorengan

Konsumsi makanan ini harus dibatasi karena mengandung tinggi lemak trans. Lemak trans memiliki sifat yang berbahaya karena mampu menyumbat saluran pembuluh darah, meningkatkan konsentrasi lipid (lemak) dan kolesterol jahat dalam darah dan menurunkan kolesterol baik.

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of North Carolina Amerika Serikat menemukan, wanita yang mengkonsumsi 7 gram lemak trans setiap hari (dua porsi donat atau setengah porsi kentang goreng) memiliki risiko terserang stroke 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi hanya 1 gram lemak trans per hari.

3. Daging Olahan

Daging olahan umumnya memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi dan bahan pengawet. Para ahli menyimpulkan bahwa natrium nitrat dan nitrit secara langsung dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan arteri mengeras dan menyempit.

Banyak penelitian yang telah menghubungkan antara konsumsi daging olahan dengan penyakit arteri koroner (CAD). Sebuah riset meta-analisis dalam jurnal Circulation memperkirakan bahwa terjadi kenaikan sebesar 42 persen terkait risiko penyakit jantung koroner bagi mereka yang makan satu porsi daging olahan per hari.

4. Makanan Kaleng dan Fast Food

Para ahli nutrisi menilai bahwa sejumlah makanan kaleng yang didalamnya mengandung kadar sodium dan garam (natrium) kelewat tinggi tidak disarankan untuk sering dikonsumsi. Pasalnya, garam atau sodium secara langsung dapat memengaruhi risiko terkena stroke.  Asosiasi Jantung dan Stroke Amerika Serikat merekomendasikan, asupan sodium tidak boleh lebih dari 1.500 mg setiap hari.

Sebuah riset teranyar menyebutkan, orang yang mengonsumsi lebih dari 4.000 mg sodium per hari dapat berisiko dua kali lipat terkena stroke dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi 2.000 mg atau kurang. Oleh karena itu, para ahli menganjurkan agar selalu membaca label makanan dengan hati-hati. Selain itu, jangan terpaku pula untuk mewaspadai makanan yang rasanya asin saja. Karena Anda juga harus meneliti makanan dengan label yang mengandung sodium dalam bentuk lain seperti baking soda, baking powder, MSG (monosodium glutamate), disodium phosphate, sodium alginate.

5. Minuman Bersoda

Keputusan untuk mengganti minuman bergula dengan diet soda tampaknya seperti solusi cerdas untuk menurunkan berat badan dan mempromosikan kesehatan jantung. Namun, pada kenyataannya mengkonsumsi soda dapat memicu datangnya stroke.

Mereka yang mengkonsumsi minuman bersoda setiap hari memiliki risiko terkena stroke sebesar 48 persen. Sebuah riset di Columbia University melibatkan 2.500 orang usia 40 tahun atau lebih tua dan menemukan bahwa peminum soda harian memiliki 60 persen lebih tinggi terserang stroke, mengalami serangan jantung, dan penyakit arteri koroner dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi soda.

Sumber : bewarasehat.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*